Sabtu, 06 Januari 2018

Tugas Manajemen Proyek dan Resiko : Proposal Proyek

Tugas Manajemen Proyek dan Resiko : Proposal Proyek Tentang Proyek dan Resiko Jaringan Wifi.

Kelompok : Agnes Handayani
                     Ibnu Ahsan
                     Sintong Lukman Rosidi
Kelas : 3KB04


BAB 1

Pendahuluan



1.1  LATAR BELAKANG
Kemajuan teknologi yang sangat pesat sat ini memungkinkan peralatan- peralatan yang mengunakan teknologi kabel digantikan dengan teknologi yang tidak mengunakan kabel seperti media frekuensi radio. Jadi tidaklah aneh bagi kita dalam mendengar istilah ”Wireless”, Wireless biasa disebut banyak orang sebagai media yang menghubungkan antar device yang satu kedevice yang lain secara nirkabel (tanpa kabel). Radio, televisi, remote control, handphone, controler PS3, wireles mouse, dan sebagainya hanyalah sebagian dari alat-alat yang mengunakan teknologi wireles. Mungkin inilah yang menjadikan istilah ”wireles” sangat populer dan cepat berkembang.Tujuan mengunakan wireles agar lebih efisien dan lebih hemat. Jaringan Wifi (Hotspot) dapat di akses baik oleh karyawan maupun pelanggan. Jaringan Wifi tidak hanya ada di universitas saja bahkan seperti cafe, mal, sekolah, kantor dan bahkan tempat-tempat umum lainya seperti tempat rekreasi yang disediakan oleh jasa pihak ISP (Penyedia Jasa Layanan Internet).

1.2  TUJUAN

Proposal ini kami berikan dengan tujuan:

1.      Memimalisir masalah tentang pembobolan jaringan WIFI

2.      Menambah keamanan pada jaringan WIFI

3.      Menawarkan hal-hal yang kami layani dalam bidang IT.


1.3  MANFAAT

Aksesibilitas : jaringan nirkabel memungkinkan orang untuk mendapatkan akses cepat ke internet , di mana pun mereka berada. Bahkan komputer anda dapat dengan cepat terhubung ke jaringan hanya dalam hitungan beberapa klik saja.

Produktivitas : ini sangat penting bagi orang-orang yang harus terus-menerus akses internet karena tuntutan dari pekerjaan mereka .

Mobilitas : karena jaringan nirkabel ini sudah sangat di kenal ( populer ) dan banyak tersedia di publik, anda dapat mengakses internet melalui wifi yang sudah banyak tersedia dan banyak anda temui seperti di taman , kedai kopi ( kafe ), bandara, rumah makan dan tempat-tempat lain di mana ada hotspot.

Distribusi : bila dibandingkan dengan jaringan kabel seperti kabel, WiFi lebih sederhana dan tidak perlu untuk kabel yang ditempatkan di seluruh lokasi .

Biaya : untuk penghematan tenaga kerja dan bahan yang akan diperlukan untuk membangun jaringan internet kabel, perusahaan maupun perorangan dapat menghemat banyak uang dengan menggunakan teknologi nirkabel.




BAB 2

ANALISIS PERUSAHAAN



2.1 RESIKO PROYEK
Masalah keamanan merupakan hal yang sangat penting dalam jaringan komputer, terutama dalam jaringan wireless. Kehadiran berbagai vendor produk wireless yang menyajikan beragam produk dengan harga terjangkau turut andil menjadi pendorong maraknya penggunaan teknologi wireless. Teknologi wireless ini tidak hanya cocok untuk digunakan pada kantor ataupun pengguna bisnis. Pengguna rumahan juga bisa menggunakan teknologi ini untuk mempermudah konektivitas. Makalah ini lebih ditujukan untuk memberikan informasi mengenai ancaman serta cara cepat dan mudah untuk mengamankan jaringan wireless. Seperti sudah dibahas di awal, teknologi wireless memang relatif lebih rentan terhadap masalah keamanan. Sesuai namanya, teknologi wireless menggunakan gelombang radio sebagai sarana transmisi data. Proses pengamanan akan menjadi lebih sulit karena Anda tidak dapat melihat gelombang radio yang digunakan untuk transmisi data.

Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi karena saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup mudah. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Seringkali wireless yang dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor seperti SSID, IP Address, remote manajemen, DHCP enable, kanal frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi wireless tersebut masih standart bawaan pabrik.

WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offline.

Beberapa kelemahan pada jaringan wireless yang bisa digunakan attacker melakukan serangan antara lain:

1.      Celah Keamanan
Banyak pengguna jaringan wireless tidak bisa membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat sedang berasosiasi dengan wireless access point (WAP), misalnya seperti sinyal WLAN dapat disusupi oleh hacker. Berikut ini dapat menjadi ancaman dalam jaringan wireless, di antaranya:

– Sniffing to Eavesdrop
Paket yang merupakan data seperti akses HTTP, email, dan Iain-Iain, yang dilewatkan oleh gelombang wireless dapat dengan mudah ditangkap dan dianalisis oleh attacker menggunakan aplikasi Packet Sniffer seperti Kismet.

– Denial of Service Attack
Serangan jenis ini dilakukan dengan membanjiri (flooding) jaringan sehingga sinyal wireless berbenturan dan menghasilkan paket-paket yang rusak.

– Man in the Middle Attack
Peningkatan keamanan dengan teknik enkripsi dan authentikasi masih dapat ditembus dengan cara mencari kelemahan operasi protokol jaringan tersebut. Salah satunya dengan mengeksploitasi Address Resolution Protocol (ARP) pada TCP/IP sehingga hacker yang cerdik dapat mengambil alih jaringan wireless tersebut.

– Rogue/Unauthorized Access Point
Rogue AP ini dapat dipasang oleh orang yang ingin menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara ilegal/tanpa izin. Tujuannya, penyerang dapat menyusup ke jaringan melalui AP liar ini.

– Konfigurasi access point yang tidak benar
Kondisi ini sangat banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dalam mengkonfigurasi sistem keamanan AP.

Kegiatan yang mengancam keamanan jaringan wireless di atas dilakukan dengan cara yang dikenal sebagai Warchalking, WarDriving, WarFlying, WarSpamming, atau WarSpying. Banyaknya access point/base station yang dibangun seiring dengan semakin murahnya biaya berlangganan koneksi Internet, menyebabkan kegiatan hacking tersebut sering diterapkan untuk mendapatkan akses Internet secara ilegal. Tentunya, tanpa perlu membayar.

2.      Hide SSID
Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang di-hidden antara lain: kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack dan masih banyak lagi. Berikut meupakan aplikasi Kismet yang secang melakukan sniffing.

3.      WEP
Teknologi Wired Equivalency Privacy atau WEP memang merupakan salah satu standar enkripsi yang paling banyak digunakan. Namun, teknik enkripsi WEP ini memiliki celah keamanan yang cukup mengganggu. Bisa dikatakan, celah keamanan ini sangat berbahaya. Tidak ada lagi data penting yang bisa lewat dengan aman. Semua data yang telah dienkripsi sekalipun akan bisa dipecahkan oleh para penyusup. Kelemahan WEP antara lain :

* Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
* WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
* Masalah Initialization Vector (IV) WEP
* Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)

4.      WPA-PSK atau WPA2-PSK
WPA merupakan teknologi keamanan sementara yang diciptakan untuk menggantikan kunci WEP. Ada dua jenis yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPA-RADIUS. Saat ini yang sudah dapat di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode brute force attack secara offline. Brute force dengan menggunakan mencoba-coba banyak kata dari suatu kamus. Serangan ini akan berhasil jika passphrase yang digunakan wireless tersebut memang terdapat pada kamus kata yang digunakan si hacker. Untuk mencegah adanya serangan terhadap keamanan wireless menggunakan WPA-PSK, gunakanlah passphrase yang cukup panjang (satu kalimat).

5.      MAC Filter
Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah. Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac, machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti MAC address.

6.      Captive Portal
Captive portal menjadi mekanisme populer bagi infrastruktur komunitas WiFi dan operator hotspot yang memberikan authentikasi bagi penguna infrastruktrur maupun manajemen flow IP, seperti, traffic shaping dan kontrol bandwidth, tanpa perlu menginstalasi aplikasi khusus di komputer pengguna. Proses authentication secara aman dapat dilakukan melalui sebuah web browser biasa di sisi pengguna. Captive portal juga mempunyai potensi untuk mengijinkan kita untuk melakukan berbagai hal secara aman melalui SSL & IPSec dan mengset rule quality of service (QoS) per user, tapi tetap mempertahankan jaringan yang sifatnya terbuka di infrastruktur WiFi.

Captive portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik hingga user melakukan registrasi/otentikasi. Berikut cara kerja captive portal :

* User dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP address (DHCP)
* Block semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi/Otentikasi berbasis web) yang terletak pada jaringan kabel.
* Redirect atau belokkan semua trafik web ke captive portal
* Setelah user melakukan registrasi atau login, izinkan akses ke jaringan (internet)

7.      Wardrive
Wardrive adalah ekspedisi memancing elektronik untuk mencari jaringan wireless yang lemah. Kebanyakan, sebagian besar dari jaringan wireless tersebut bahkan tidak diberi password atau enkripsi untuk melindunginya. Kegiatan ini dilakukan untuk mencari jaringan mana saja yang akan dijadikan obyek serangan. Sehingga, kita bisa melakukan serangan terhadap jaringan wireless yang telah kita jadikan target. Untuk melakukan kegitan ini, hanya diperlukan peralatan sederhana. Kegiatan ini umumnya bertujuan untuk mendapatkan koneksi internet, tetapi banyak juga yang melakukan untuk maksud-maksud tertentu mulai dari rasa keingintahuan, coba coba, research, tugas praktikum, kejahatan dan lain lain.

8. Kelemahan Protokol di Jaringan Wireless
Kelemahan-kelemahan dari jaringan wireless, sebenarnya tidak terlepas dari kelemahan berbagai macam protokol yang digunakannya, antara lain:

8.1 EAPOL (Extensible Authentication Protocol
EAPOL merupakan jenis protokol yang umum digunakan untuk authentikasi wireless dan point-to-point connection. Saat client resmi mengirimkan paket ke AP. AP menerima dan memberikan responnya, atau AP telah melakukan proses otorisasi. Dari protokol EAPOL, terdapat celah yang dapat digunakan untuk memperoleh nilai authentikasi.

Namun, nilai authentikasi hanya terdapat saat awal terjadinya komunikasi client resmi dengan AP. Selanjutnya, bila sudah terhubung, protokol EAPOL tidak muncul lagi, kecuali saat 10 ribu paket berikutnya muncul. Seorang hacker dapat mengirim {injection) paket EAPOL hasil spoofing yang berisikan spoofing alamat SSID yang telah diselaraskan, MAC Address dan IP Address dari source/destination.

Client resmi mengirimkan paket EAPOL agar mendapat respon dari AP untuk proses autentikasi. Selanjutnya, AP akan memerika ID Card dari client. Attacker memanfaatkan kelemahan protokol tersebut dengan membuat ID Card palsu agar dibolehkan masuk oleh AP dan mendapatkan nomor untuk memasuki ruangan yang sama.

8.2 Manajemen Beacon
Manajemen Beacon merupakan salah satu jenis protokol yang digunakan setiap AP untuk memancarkan sinyal RF untuk mengabarkan keberadaan AP. Bila dilakukan capture protokol Beacon dan men-decode-kannya, akan diperoleh kenyataan bahwa dalam setiap transmision rate-nya, manajemen Beacon mengirimkan sejumlah informasi, seperti SSID, jenis enkripsi, channel, MAC Address, dan Iain-Iain.

Kelemahan (vulnerability) yang dapat dimanfaatkan dari jenis protokol ini adalah sebagai berikut. Sebuah attacker client akan menangkap paket manajemen Beacon yang dipancarkan oleh AP. Selanjutnya, attacker client akan memancarkan kembali paket manajemen Beacon tersebut. Biasanya, nilai Beacon yang dipancarkan oleh AP sebesar 100ms. Bila attacker client menangkap Beacon AP, lalu memancarkan Beacon tersebut kembali, akan ada 2 Beacon yang sama. Source pengirim berbeda, namun berisikan informasi yang sama. Ini artinya ada dua AP yang sama berisikan informasi SSID, MAC Address, yang sama. Akibatnya, seluruh client tidak dapat berkomunikasi dengan AP yang sebenarnya, kecuali attacker berhenti mengirim sejumlah paket Beacon tersebut.

8.3 Deauthentkation/Disassociation Protocol
Istilah yang biasa digunakan untuk memanfaatkan celah protokol ini disebut dengan Deauthentication Broadcast Attack. Serangan ini akan membanjiri WLAN dengan Deauthentication packet sehingga mengacaukan wireless service pada client. Serangan jenis ini merupakan serangan yang paling berbahaya karena akan memutus koneksi client target atau seluruh client yang berasosiasi dengan AP Attacker melakukan permintaan pemutusan koneksi dengan memanfaatkan Deauthentication/Disassociation yang langsung direspon oleh AP. Seandainya ada sebuah perusahaan ISP yang terkena serangan ini, maka akan banyak keluhan dari pelanggan karena putusnya seluruh jaringan client.

Aplikasi yang bisa digunakan untuk serangan ini yaitu Aireplay. Berikut merupakan contoh kerja aplikasi Aircrak yang sedang melakukan Deauthentication Broadcast Attack.

deauthentkation-protocol8.4 Jamming Sinyal RF

Sinyal RF merupakan gelombang elektromagnetis yang dipergunakan untuk saling bertukar informasi melalui udara dari satu node ke node lainnya. Sekarang ini, sinyal RF sangat banyak digunakan, seperti untuk memancarkan gelombang radio FM, gelombang televisi atau sebagai sarana pengiriman data melalui jaringan nirkabel.

Sinyal RF memiliki kelebihan, namun juga memiliki kelemahan. Sinyal RF mudah terganggu oleh sistem yang berbasis RF eksternal lainnya, seperti cordless phone, microwave, perangkat Bluetooth, dan Iainnya. Saat perangkat tersebut digunakan secara bersamaan, kinerja jaringan nirkabel dapat menurun secara signifikan karena adanya persaingan dalam penggunaan medium yang sama. Pada akhirnya, gangguan tersebut dapat menyebabkan error pada bit-bit informasi yang sedang dikirim sehingga terjadi re-transmisi dan penundaan terhadap pengguna.

8.5 Manajemen Probe-Request
Saat client pertama kali berusaha untuk mengkoneksikan dirinya dengan AP, AP akan melakukan probe-respond untuk memeriksa apakah permintaan client untuk memasuki jaringan wireless tersebut diizinkan atau tidak. Celah yang dapat digunakan attacker adalah dengan melakukan manipulasi paket probe-respond. Selanjutnya, attacker melakukan permintaan probe-respond. Seandainya permintaan dilakukan dengan mengirimkan permintaan sebanyak-banyaknya, misalnya 500 paket dalam 1 detik, AP tidak akan mampu merespon paket yang begitu banyak. Artinya, AP tidak sanggup lagi berkomunikasi dengan client yang lain.
BAB 3
PERKIRAAN BIAYA PROYEK


3.1 PERKIRAAN BIAYA PROYEK
NO
 URAIAN
 SUBTOTAL (RP)
          1
  Biaya Pengadaan Barang
 Total Biaya Pengadaan Barang
 Rp            12,000,000
          2
 Biaya Proyek
 A.Biaya Tenaga Kerja
 Total Biaya Tenaga Kerja
 Rp              2,000,000
 B.Tahap Analisis
 Total Biaya Analisis
 Rp                  500,000
 Total Biaya Desain dan Implemetsasi
 Rp                  500,000
 Total Biaya Proyek
 Rp            15,000,000
 Total anggaran Biaya
 Rp            16,000,000

3.2 WAKTU PELAKSANAAN PROYEK
Nama Kegiatan
 Senin
 Selasa
 Rabu
 Kamis
 Jumat
 Pengadaan Barang
     X
 Survey Tempat
 X
 Pengukuran
 X
 Installasi
 X
 X
 Pengecekan
 X





BAB 4

KESIMPULAN



Kami hanya penyedia jasa instalasi jaringan dan maentenance, bukan penyedia akses internet (Provider). Jadi sebelum kami lakukan instalasi jaringan, di tempat anda harus sudah ada akses internet dari provider atau modem. Namun jika anda membutuhkan akses internet sekaligus, kami siap menyediakan akses internet dari Provider yang bekerja sama dengan kami.

Harga barang yang kami cantumkan di atas bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kurs dan harga pasar.

Jika anda tertarik atau membutuhkan jasa dari kami, segeralah hubungi kami di nomor atau e-mail yang tersedia di depan. Kami akan segera melakukan survey lokasi di tempat anda. Peralatan atau paket yang digunakan, akan dibicarakan saat melakukan survey lokasi.

Jika saat ini anda belum membutuhkan jasa kami, proposal ini bisa anda simpan dulu untuk jaga-jaga jika suatu hari nanti anda membutuhkan jasa kami, anda tinggal menghubungi kami.

Demikian beberapa hal yang kami sampaikan dalam proposal ini. Jika ada beberapa hal yang kurang jelas, bisa ditanyakan melalui telepon, e-mail, atau kami datang ke tempat anda. Atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

hal yang kami layani dalam bidang IT.



DAFTAR PUSTAKA :

http://ranggablack89.files.wordpress.com/2012/04/proposal-pengelolaan-sistem-informasi.pdf

https://dongants.wordpress.com/2009/07/22/kelemahanancaman-jaringan-wifi-wireless-fidelity/

https://dhikanime.wordpress.com/2014/12/23/manajemen-proyek-dan-risiko-jaringan-wifi/

http://baho-punya.blogspot.co.id/2014/02/manfaat-menggunakan-wifi.html





Jumat, 10 November 2017

INFRASTRUCTURE IMPLEMENTATION PROJECTS

INFRASTRUCTURE IMPLEMENTATION PROJECTS

1.       Pengertian Jenis Proyek Infrastructure Implementation
Infrastructure implementation project adalah salah satu jenis proyek IT yang berhubungan dengan infrastruktur IT dalam pengenalan atau pergantian infrastruktur (tidak peduli jika sebelumnya sudah ada infrastruktur IT atau belum) . Bentuk infrastruktur berupa barang atau perangkat IT seperti server, router, jaringan komputer atau alat komunikasi juga bias dalam bentuk suatu sistem (bisa berbentuk website, sistem informasi, aplikasi, dll) seperti Windows 7, sistem PSB online, dan sebagainya. Pengimplementasian infrastruktur ini akan berdampak kepada perubahan sistem pengguna (dalam hal ini misalnya suatu perusahaan atau organisasi), diharapkan dengan pengaplikasian infrastruktur yang baru dapat memperbaiki kinerja / performa pengguna menjadi lebih baik.

2.       Tantangan Jenis Proyek
Tantangan dari infrastructure implementation project  adalah :
·         Kesiapan pengguna untuk mengimplementasikan infrastruktur IT yang baru (SDM dan sarana yang sudah ada)
·         Keharusan untuk menjalankan proses bisnis secara normal bersamaan dengan adaptasi infrastruktur.
·         Harus menemukan supplier yang tepat karena berhubungan dengan spesifikasi infrastruktur TI yang berpengaruh jika spesifikasi yang dimaksud ada kesalahan (berhubungan dengan cost dan time).
·         Harus sudah ada manajemen resiko IT dari pelanggan (estimasi resiko dan penanggulangannya jika pelanggan mengimplementasikan infrastruktur IT tersebut).

3.       Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI
Stage 1 (Setting up Network)
Stage pertama adalah installasi jaringan yang akan di tangani oleh TCS setelah persiapan lokasi selesai dilakukan oleh pemerintah distrik setempat. Dalam tahapan ini TCS akan menginstall jaringan ,testing jaringan dan melaporkan hasil proyek stage 1 ke TN State WAN Center. Serta jaringan yang sudah di install akan dimonitoring dari daerah Purugundi. ELCOT akan menyampaikan laporan proyek yang degenerate dari Network Monitoring System (NMS). Laporan yang dihasilkan selama masa percobaan akan di evaluasi dan di selaraskan dengan Service Level Agreement (SLA).

2. Stage 2 (Operation management and maintenance)
Jaringan yang telah di test selama waktu percobaan akan dioperasikan, di maintain dan diatur oleh TCS selama BOOT period (5 tahun). TCS akan mengerahkan karyawannya untuk memantain jaringan selama 24 jam penuh. Maintenance akan dilakukan di seluruh district centers dan data centers.

3. Implementation
·         Proyek berhasil diimplementasikan tanpa ada pelanggaran kontrak atau kesepakatan
·         Telah mengimplementasikan HP Overview products untuk monitoring jaringan, control dan service desk.
·         Berhasil mengembangkan tool untuk penghitungan SLA parameter secara otomatis, sehingga proses bisnis menjadi transparan.

Layanan yang disediakan :
·         Data
·         Internet
·         Intranet
·         Voice
·         Video Conferencing Facility
·         Video Streaming
·         Dial – up Access to TNSWANs

4.       Challenges
·         Skala proyek yang besar
·         Material yang digunakan diambil dari lokasi yang berbeda – beda
·         Recruitment dan training karyawan yang membutuhkan cost dan waktu yang tidak sedikit.
·         Koordinasi dengan banyak agensi
·         Aktifitas survey yang membutuhkan budget transportasi serta waktu yang tidak sedikit, karena harus menganalisa semua daerah yang akan dihubungkan dengan jaringan yang akan dibangun.
·         Dll

5.            Pengertian Jenis Proyek TI
Disaster Recovery Planning (DRP) adalah sebuah jenis proyek TI turunan, atau kelanjutan dari jenis proyek BCP (Business Continuity Planning). Di mana, jenis proyek BCP ini adalah sebuah proyek yang akan melindungi bisnis dari gangguan yang mungkin terjadi ketika bisnis tersebut berlangsung. DRP adalah jenis proyek yang akan melindungi asset-aset yang dimiliki oleh perusahaan dan jenis proyek ini akan memberikan antisipasi-antisipasi terhadap bencana yang melanda proyek tersebut. Karena, pada dasarnya sebuah perusahaan membutuhkan back up data, dan mereka menginginkan proyeknya tetap jalan secara optimal.

Contoh bencana yang mungkin terjadi seperti kebakaran, banjir, hacking atau serangan teroris dan ancaman kejahatan terhadap perusahaan.

Tujuan dari jenis proyek ini adalah :
·         Melindungi asset perusahaan
·         Menganalisis business impact
·         Mempersiapan antisipasi terhadap risiko yang mungkin terjadi secara internal maupun eksternal.
·         Mengintegrasikan DRP dengan BCP.
·         Memberikan respon darurat terhadap bencana yang terjadi, di mana respon tersebut akan diuji serta diimplementasikan

6.       Tantangan Proyek TI
·         Ketika perusahaan atau stakeholder gagal membuat back up atau antisipasi terhadap bencana.
·         Ketika pada saat terjadi bencana, fungsionaris atau operator dalam perusahaan tersebut tidak mengetahui bagaimana caranya menghubungi recovery service.
·         Ketika “tapes” atau alat yang berfunsi untuk recovering data tidak bekerja maksimal, hilang, rusak, atau tidak teruji dengan baik.

7.       Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI
Dalam framework pedoman bencana, Tim Manajemen Bencana dalam universitas ini akan melakukan antisipasi serta pengelolaan ketika bencana datang menghampiri. Keadaan bencana adalah seluruh kejadian yang membuat matinya server, komputer dan jaringan. Sehingga memaksa proses manajemen akademik dan administrasi dilakukan di lokasi lain. Namun yang perlu diperhatikan adalah lokasi penanggulangan bencana ini harus terhindar dan dipastikan aman dari gangguan bencana.

Pedoman ini berisi, deskripsi, prosedur serta keputusan yang diperlukan sebelum, selama dan sesudah terjadinya bencana. Di mana pedoman ini sangat penting sebagai pegangan untuk menjalankan aktivitas sistem tersebut di universitas ini.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengkategorian jenis kerusakan yang terjadi pada sistem :

·         Interupsi layanan computer : situasi di mana sistem jaringan terpusat milik universitas atau sebagian dari sistemnya mati dalam durasi kurang dari 24 jam. Di mana pada situasi ini, fasilitas tidak ada yang rusak.
·         Kerusakan Minor : keadaan di mana sistem computer baru bisa diperbaiki dalam jangka waktu kurang dari 4 hari. Contohnya adalah banjir atau suplai barang yang terlambat datang.
·         Kerusakan Mayor : keadaan di mana sistem computer pusat baru dapat diperbaiki lebih dari 4 hari. Contoh kejadian : gempa bumi, banjir, kebakaran, serangan teroris atau kerusuhan.
·         Keadaan Bencana : Keadaan di mana fasilitas komputasi hancur hingga bangunan tempat pelayanan komputasi dibangun kembali.

·         Jadi, pengelolaannya adalah, ketika terjadi gangguan, maka langsung dihubungkan dengan lokasi komputasi darurat, yaitu Ruang Badan Sistem Informasi. Selama gangguan itu masih bisa diatasi oleh lokasi komputasi darurat tersebut.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Manajemen Komunikasi


 Manajemen Komunikasi, merupakan pendistibusian jalur komunikasi yang terjadi akibat banyaknya kertelibatan individu maupun letak lokasi (geografis) dalam pelaksanaan proyek, yang mencakup perencanaan komunikasi (communication planning), pendistribusian informasi (information distribution), pelaporan kinerja (performace reporting) dan klosur administrasi (administrative closure).
Komunikasi adalah hal yang penting dalam menjamin proses pelaksanaan proyek berjalan dengan baik. Banyaknya pihak yang terlibat akan semakin membuat proses komunikasi akan semakin kompleks.
Proyek yang sukses ditandai dengan tim yang efektif. Tim tersebut terbentuk dengan pola kerja yang baik dimana melibatkan interaksi komunikasi yang juga efektif. Hal ini berarti komunikasi menentukan dalam kesuksesan proyek.
Masalah komunikasi tidak hanya dilihat dari proses penyampaian pesan dari satu pihak ke pihak yang lain. Tapi juga jumlah pihak yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut. Pada jumlah pihak yang terlibat hanya dua orang, maka jalur komunikasi yang terbentuk adalah hanya satu jalur. Pada jumlah pihak yang terlibat adalah tiga orang, maka jalur yang terbentuk adalah tiga jalur. Sedangkan jika jumlah pihak yang terlibat adalah empat orang, maka jumlah jalur yang terbentuk adalah enam jalur. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut ini.

 Jalur komunikasi yang terbentuk
Sekarang kita tinjau kasus yang riel di proyek. Menurut Anda, untuk kasus yang sederhana seperti menyelesaikan kasus review design struktur, berapa orang yang terlibat? Biasanya yang terlibat adalah :
§  Dari pihak kontraktor melibatkan Project Manager, Site Manager, Site Engineer, dan Drafter.
§  Dari pihak Perencana melibatkan Project engineer
§  Dari pihak Manajemen Konstruksi umumnya melibatkan Team Leader, dan Structural Engineer
§  Dari pihak Owner melibatkan Project Manager.
Dari uraian di atas untuk kasus review design struktur akan melibatkan delapan orang. Lalu berapa jalur atau channel yang terjadi selama proses komunikasinya?
Suatu referensi memberikan suatu rumus untuk menghitung jalur komunikasi / channel yang mungkin terbentuk berdasarkan fungsi jumlah orang yang terlibat dalam suatu proses komunikasi. Adapun rumusnya adalah:
Number of Communication Channel = n ( n-1) / 2

Kita kembali pada kasus reviem design yang sering terjadi di proyek. Di sana telah disebutkan bahwa proses tersebut melibatkan delapan orang. Maka jalur komunikasi yang terbentuk adalah 8x(8-1)/2 = 28 jalur / channel. Suatu jumlah yang sangat banyak untuk dikendalikan agar pesan dalam suatu proses dapat tersampaikan sesuai dengan yang diinginkan. Inilah salah satu tantangan yang harus dikendalikan dalam komunikasi.
Rumus ini mungkin juga menjawab pertanyaan kenapa peserta dalam rapat sebaiknya dibatasi 5 atau 7 orang. Pada rapat akan terjadi komunikasi tidak hanya antara pemimpin rapat dan anggota rapat, tapi juga antar sesama anggota rapat. Pada peserta rapat 5 orang, jalur komunikasi yang terbentuk adalah 5x(5-1)/2 = 10 jalur. Sedangkan pada jumlah peserta 7 orang, jalur komunikasi yang terbentuk adalah 7x(7-1)/2 = 21 jalur. Bisa jadi 21 jalur adalah batasan jalur komunikasi yang paling maksimum agar rapat dapat berjalan dengan efektif. Bayangkan jika rapat proyek yang biasa dilakukan melibatkan 15 orang. Mari kita hitung. 15x(15-1)/2 = 105 jalur komunikasi. Rapatnya akan berjalan begitu rumit untuk dikendalikan, mungkin akan seperti debat kusir karena sulitnya pengendalian proses rapat. Pemahaman antar orang dan pihak yang terlibatpun bisa saja berbeda-beda seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut:

Perpedaan persepsi yang sering terjadi di proyek


Memahami rumus tersebut akan membawa kita pada pemahaman yang baik dalam mengelola komunikasi yang efektif di proyek. Disarankan untuk memecah jalur tersebut sehingga jalur yang terjadi sesedikit mungkin. Pada kasus di atas, bisa jadi caranya adalah masing-masing pihak menetapkan satu orang personil yang ditunjuk untuk diskusi awal mengenai review design. Ini berarti akan melibatkan orang saja yang terlibat sehingga jumlah jalur yang terbentuk adalah hanya enam jalur. Tentu lebih gampang untuk dikendalikan. Setelah terjadi kesepakatan dan dibuat tertulis, baru diangkat ke level di atasnya untuk disetujui bersama.
Rasanya masih ada teknik-teknik lain dalam rangka mengelola komunikasi yang efektif. Hal yang terpenting adalah pemahaman akan pentingnya mengelola proses komunikasi yang terjadi pada proyek, terutama proyek-proyek besar yang melibatkan lebih banyak pihak yang terkait. Informasi pada tulisan ini mungkin dapat berguna dalam membuat struktur organisasi proyek serta dalam membentuk tim khusus yang menangani masalah tertentu di proyek.
Rapat merupakan salah satu cara berkomunikasi dalam sebuah organisasi. Di sebuah perusahaan, rapat juga berfungsi untuk membantu para manajer dalam memantau kinerja operasional anak buahnya, atau dalam melakukan koordinasi dengan bawahan atau tim yang lain. Efektivitas dan keberhasilan sebuah rapat, secara langsung dipengaruhi oleh kecermatan pemimpin rapat dan peserta rapatnya.
Gunakan Template dalam Komunikasi Proyek
·         Kebanyakan orang teknis enggan meminta pertolongan
·         Menggunakan template dalam berkomunikasi dapat membuat penggunaan waktu dan uang menjadi lebih efisien.
·         Organisasi dapat membuat templatenya sendiri atau meniru dari orang lain
Menggunakan Software untuk Membantu dalam Komunikasi Proyek
·         Ada banyak perangkat lunak untuk membantu komunikasi proyek
·         Perangkat lunak manajemen proyek mencakup kemampuan baru untuk meningkatkan komunikasi virtual
·         Edisi enterprise proyek mencakup fitur untuk pengelolaan portofolio, pengelolaan sumber daya, dan kolaborasi





Daftar Pusaka


http://manajemenproyekindonesia.com/?p=954
http://informatika.web.id/1637.html
http://krisdianprabowo.blogspot.co.id/2014/01/11-project-communication-management.html

http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/communication-project-management.pptx

Minggu, 07 Mei 2017

Tugas Bikin Soal Toefl

Structure and Written Expression
Part A
1. Violence on American campuses has abated______.
(A) After 1970 (C) For 1970
(B) In 1970         (D) Since 1970

2. Ancient civilizations such as the Phoenicians and the Mesopotamians________ goods rather than use money.
(A) Use to trade         (C) Used to trade
(B) Is used to trade (D) Was used to trade

3. Most Americans don’t object________ them by their first names.
(A) That I call (C) For calling
(B) To my calling          (D) That I am call

4. North Carollina is well known not only for the Great Smoky Mountains National Park__________ for the Cherokee Indian settlements.
(A) Also (C) But also
(B) And (D) Because of

5. General Grant had General Lee_______ him at Appomattox to sign the official surrender of the Confederate forces.
(A) To meet (C) Meet
(B) Met         (D) Meeting

6. If a ruby is heated it_______ temporarily lose its color.
(A) Would (C) Does
(B) Will (D) Has

7. _________ small specimen of the embryonic fluid is removed from a fetus, it will be possible to determine whether the baby will be born with defects.
(A) A (C) If a
(B) That a (D) When it is a

8. Prices for bikes can run__________ $250
(A) As high as (C) Has so few
(B) As high to (D) So high as

9. Travelers_______ their reservations well in advance if they want to fly during the Christmas holidays. 
(A) Had better to get (C) Had better get
(B) Had to get better (D) Had better got


10. For the investor who_________ money, silver or bonds are good options.
(A) Has so little a         (C) Has so few
(B) Has very little (D) Has very few

Part B
1. There have been little change in the patient’s condition since he was moved to the
(A)           (B)        (C)             (D)
Intensive care unit

2. The new model costs twice more than last year’s model.
(A)                  (B)      (C)    (D)

3. Even though Miss Colombia lost the beauty contest, she was still more prettier than 
(A)                                                                             (B)                (C)        (D)
the other girls in the pageant.

4. The purpose of the United Nations, broad speaking, is to maintain peace and security 
(A)                                         (B)          (C)
and to encourage respect for human rights.
(D)

5. Psychology today is interesting, informative, and it is easy to read.
(A)      (B)                                  (C)             (D)

6. Even though a member has drank too much the night before, the counselors at
(A)          (B)                         (C)
Alcoholics Anonymous will try to convince him or her to sober up and stop drinking 
(D)
again.

7. Two of the players from the Yankees has been chosen to participate in the All Star 
(A)                                      (B)              (C)            (D)
game.

8. Whoever inspected this radio should have put their identification number on the box.
(A)                    (B)                     (C)             (D)

9. The value of the dollar declines as the rate of inflation raises.
(A)            (B)    (C)                                 (D)
10. Before TV, the common man seldom never had the opportunity to see and hear his 
(A)       (B)                                            (C)
leaders express their views
 (D)


kunci jawaban

Part A Part B
1. D 1. A
2. C 2. B
3. B 3. C
4. C 4. B
5. C 5. C
6. D 6. A
7. C 7. B
8. A      8. D
9. C 9. D
10. B     10. A