Jumat, 10 November 2017

INFRASTRUCTURE IMPLEMENTATION PROJECTS

INFRASTRUCTURE IMPLEMENTATION PROJECTS

1.       Pengertian Jenis Proyek Infrastructure Implementation
Infrastructure implementation project adalah salah satu jenis proyek IT yang berhubungan dengan infrastruktur IT dalam pengenalan atau pergantian infrastruktur (tidak peduli jika sebelumnya sudah ada infrastruktur IT atau belum) . Bentuk infrastruktur berupa barang atau perangkat IT seperti server, router, jaringan komputer atau alat komunikasi juga bias dalam bentuk suatu sistem (bisa berbentuk website, sistem informasi, aplikasi, dll) seperti Windows 7, sistem PSB online, dan sebagainya. Pengimplementasian infrastruktur ini akan berdampak kepada perubahan sistem pengguna (dalam hal ini misalnya suatu perusahaan atau organisasi), diharapkan dengan pengaplikasian infrastruktur yang baru dapat memperbaiki kinerja / performa pengguna menjadi lebih baik.

2.       Tantangan Jenis Proyek
Tantangan dari infrastructure implementation project  adalah :
·         Kesiapan pengguna untuk mengimplementasikan infrastruktur IT yang baru (SDM dan sarana yang sudah ada)
·         Keharusan untuk menjalankan proses bisnis secara normal bersamaan dengan adaptasi infrastruktur.
·         Harus menemukan supplier yang tepat karena berhubungan dengan spesifikasi infrastruktur TI yang berpengaruh jika spesifikasi yang dimaksud ada kesalahan (berhubungan dengan cost dan time).
·         Harus sudah ada manajemen resiko IT dari pelanggan (estimasi resiko dan penanggulangannya jika pelanggan mengimplementasikan infrastruktur IT tersebut).

3.       Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI
Stage 1 (Setting up Network)
Stage pertama adalah installasi jaringan yang akan di tangani oleh TCS setelah persiapan lokasi selesai dilakukan oleh pemerintah distrik setempat. Dalam tahapan ini TCS akan menginstall jaringan ,testing jaringan dan melaporkan hasil proyek stage 1 ke TN State WAN Center. Serta jaringan yang sudah di install akan dimonitoring dari daerah Purugundi. ELCOT akan menyampaikan laporan proyek yang degenerate dari Network Monitoring System (NMS). Laporan yang dihasilkan selama masa percobaan akan di evaluasi dan di selaraskan dengan Service Level Agreement (SLA).

2. Stage 2 (Operation management and maintenance)
Jaringan yang telah di test selama waktu percobaan akan dioperasikan, di maintain dan diatur oleh TCS selama BOOT period (5 tahun). TCS akan mengerahkan karyawannya untuk memantain jaringan selama 24 jam penuh. Maintenance akan dilakukan di seluruh district centers dan data centers.

3. Implementation
·         Proyek berhasil diimplementasikan tanpa ada pelanggaran kontrak atau kesepakatan
·         Telah mengimplementasikan HP Overview products untuk monitoring jaringan, control dan service desk.
·         Berhasil mengembangkan tool untuk penghitungan SLA parameter secara otomatis, sehingga proses bisnis menjadi transparan.

Layanan yang disediakan :
·         Data
·         Internet
·         Intranet
·         Voice
·         Video Conferencing Facility
·         Video Streaming
·         Dial – up Access to TNSWANs

4.       Challenges
·         Skala proyek yang besar
·         Material yang digunakan diambil dari lokasi yang berbeda – beda
·         Recruitment dan training karyawan yang membutuhkan cost dan waktu yang tidak sedikit.
·         Koordinasi dengan banyak agensi
·         Aktifitas survey yang membutuhkan budget transportasi serta waktu yang tidak sedikit, karena harus menganalisa semua daerah yang akan dihubungkan dengan jaringan yang akan dibangun.
·         Dll

5.            Pengertian Jenis Proyek TI
Disaster Recovery Planning (DRP) adalah sebuah jenis proyek TI turunan, atau kelanjutan dari jenis proyek BCP (Business Continuity Planning). Di mana, jenis proyek BCP ini adalah sebuah proyek yang akan melindungi bisnis dari gangguan yang mungkin terjadi ketika bisnis tersebut berlangsung. DRP adalah jenis proyek yang akan melindungi asset-aset yang dimiliki oleh perusahaan dan jenis proyek ini akan memberikan antisipasi-antisipasi terhadap bencana yang melanda proyek tersebut. Karena, pada dasarnya sebuah perusahaan membutuhkan back up data, dan mereka menginginkan proyeknya tetap jalan secara optimal.

Contoh bencana yang mungkin terjadi seperti kebakaran, banjir, hacking atau serangan teroris dan ancaman kejahatan terhadap perusahaan.

Tujuan dari jenis proyek ini adalah :
·         Melindungi asset perusahaan
·         Menganalisis business impact
·         Mempersiapan antisipasi terhadap risiko yang mungkin terjadi secara internal maupun eksternal.
·         Mengintegrasikan DRP dengan BCP.
·         Memberikan respon darurat terhadap bencana yang terjadi, di mana respon tersebut akan diuji serta diimplementasikan

6.       Tantangan Proyek TI
·         Ketika perusahaan atau stakeholder gagal membuat back up atau antisipasi terhadap bencana.
·         Ketika pada saat terjadi bencana, fungsionaris atau operator dalam perusahaan tersebut tidak mengetahui bagaimana caranya menghubungi recovery service.
·         Ketika “tapes” atau alat yang berfunsi untuk recovering data tidak bekerja maksimal, hilang, rusak, atau tidak teruji dengan baik.

7.       Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI
Dalam framework pedoman bencana, Tim Manajemen Bencana dalam universitas ini akan melakukan antisipasi serta pengelolaan ketika bencana datang menghampiri. Keadaan bencana adalah seluruh kejadian yang membuat matinya server, komputer dan jaringan. Sehingga memaksa proses manajemen akademik dan administrasi dilakukan di lokasi lain. Namun yang perlu diperhatikan adalah lokasi penanggulangan bencana ini harus terhindar dan dipastikan aman dari gangguan bencana.

Pedoman ini berisi, deskripsi, prosedur serta keputusan yang diperlukan sebelum, selama dan sesudah terjadinya bencana. Di mana pedoman ini sangat penting sebagai pegangan untuk menjalankan aktivitas sistem tersebut di universitas ini.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengkategorian jenis kerusakan yang terjadi pada sistem :

·         Interupsi layanan computer : situasi di mana sistem jaringan terpusat milik universitas atau sebagian dari sistemnya mati dalam durasi kurang dari 24 jam. Di mana pada situasi ini, fasilitas tidak ada yang rusak.
·         Kerusakan Minor : keadaan di mana sistem computer baru bisa diperbaiki dalam jangka waktu kurang dari 4 hari. Contohnya adalah banjir atau suplai barang yang terlambat datang.
·         Kerusakan Mayor : keadaan di mana sistem computer pusat baru dapat diperbaiki lebih dari 4 hari. Contoh kejadian : gempa bumi, banjir, kebakaran, serangan teroris atau kerusuhan.
·         Keadaan Bencana : Keadaan di mana fasilitas komputasi hancur hingga bangunan tempat pelayanan komputasi dibangun kembali.

·         Jadi, pengelolaannya adalah, ketika terjadi gangguan, maka langsung dihubungkan dengan lokasi komputasi darurat, yaitu Ruang Badan Sistem Informasi. Selama gangguan itu masih bisa diatasi oleh lokasi komputasi darurat tersebut.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Manajemen Komunikasi


 Manajemen Komunikasi, merupakan pendistibusian jalur komunikasi yang terjadi akibat banyaknya kertelibatan individu maupun letak lokasi (geografis) dalam pelaksanaan proyek, yang mencakup perencanaan komunikasi (communication planning), pendistribusian informasi (information distribution), pelaporan kinerja (performace reporting) dan klosur administrasi (administrative closure).
Komunikasi adalah hal yang penting dalam menjamin proses pelaksanaan proyek berjalan dengan baik. Banyaknya pihak yang terlibat akan semakin membuat proses komunikasi akan semakin kompleks.
Proyek yang sukses ditandai dengan tim yang efektif. Tim tersebut terbentuk dengan pola kerja yang baik dimana melibatkan interaksi komunikasi yang juga efektif. Hal ini berarti komunikasi menentukan dalam kesuksesan proyek.
Masalah komunikasi tidak hanya dilihat dari proses penyampaian pesan dari satu pihak ke pihak yang lain. Tapi juga jumlah pihak yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut. Pada jumlah pihak yang terlibat hanya dua orang, maka jalur komunikasi yang terbentuk adalah hanya satu jalur. Pada jumlah pihak yang terlibat adalah tiga orang, maka jalur yang terbentuk adalah tiga jalur. Sedangkan jika jumlah pihak yang terlibat adalah empat orang, maka jumlah jalur yang terbentuk adalah enam jalur. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut ini.

 Jalur komunikasi yang terbentuk
Sekarang kita tinjau kasus yang riel di proyek. Menurut Anda, untuk kasus yang sederhana seperti menyelesaikan kasus review design struktur, berapa orang yang terlibat? Biasanya yang terlibat adalah :
§  Dari pihak kontraktor melibatkan Project Manager, Site Manager, Site Engineer, dan Drafter.
§  Dari pihak Perencana melibatkan Project engineer
§  Dari pihak Manajemen Konstruksi umumnya melibatkan Team Leader, dan Structural Engineer
§  Dari pihak Owner melibatkan Project Manager.
Dari uraian di atas untuk kasus review design struktur akan melibatkan delapan orang. Lalu berapa jalur atau channel yang terjadi selama proses komunikasinya?
Suatu referensi memberikan suatu rumus untuk menghitung jalur komunikasi / channel yang mungkin terbentuk berdasarkan fungsi jumlah orang yang terlibat dalam suatu proses komunikasi. Adapun rumusnya adalah:
Number of Communication Channel = n ( n-1) / 2

Kita kembali pada kasus reviem design yang sering terjadi di proyek. Di sana telah disebutkan bahwa proses tersebut melibatkan delapan orang. Maka jalur komunikasi yang terbentuk adalah 8x(8-1)/2 = 28 jalur / channel. Suatu jumlah yang sangat banyak untuk dikendalikan agar pesan dalam suatu proses dapat tersampaikan sesuai dengan yang diinginkan. Inilah salah satu tantangan yang harus dikendalikan dalam komunikasi.
Rumus ini mungkin juga menjawab pertanyaan kenapa peserta dalam rapat sebaiknya dibatasi 5 atau 7 orang. Pada rapat akan terjadi komunikasi tidak hanya antara pemimpin rapat dan anggota rapat, tapi juga antar sesama anggota rapat. Pada peserta rapat 5 orang, jalur komunikasi yang terbentuk adalah 5x(5-1)/2 = 10 jalur. Sedangkan pada jumlah peserta 7 orang, jalur komunikasi yang terbentuk adalah 7x(7-1)/2 = 21 jalur. Bisa jadi 21 jalur adalah batasan jalur komunikasi yang paling maksimum agar rapat dapat berjalan dengan efektif. Bayangkan jika rapat proyek yang biasa dilakukan melibatkan 15 orang. Mari kita hitung. 15x(15-1)/2 = 105 jalur komunikasi. Rapatnya akan berjalan begitu rumit untuk dikendalikan, mungkin akan seperti debat kusir karena sulitnya pengendalian proses rapat. Pemahaman antar orang dan pihak yang terlibatpun bisa saja berbeda-beda seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut:

Perpedaan persepsi yang sering terjadi di proyek


Memahami rumus tersebut akan membawa kita pada pemahaman yang baik dalam mengelola komunikasi yang efektif di proyek. Disarankan untuk memecah jalur tersebut sehingga jalur yang terjadi sesedikit mungkin. Pada kasus di atas, bisa jadi caranya adalah masing-masing pihak menetapkan satu orang personil yang ditunjuk untuk diskusi awal mengenai review design. Ini berarti akan melibatkan orang saja yang terlibat sehingga jumlah jalur yang terbentuk adalah hanya enam jalur. Tentu lebih gampang untuk dikendalikan. Setelah terjadi kesepakatan dan dibuat tertulis, baru diangkat ke level di atasnya untuk disetujui bersama.
Rasanya masih ada teknik-teknik lain dalam rangka mengelola komunikasi yang efektif. Hal yang terpenting adalah pemahaman akan pentingnya mengelola proses komunikasi yang terjadi pada proyek, terutama proyek-proyek besar yang melibatkan lebih banyak pihak yang terkait. Informasi pada tulisan ini mungkin dapat berguna dalam membuat struktur organisasi proyek serta dalam membentuk tim khusus yang menangani masalah tertentu di proyek.
Rapat merupakan salah satu cara berkomunikasi dalam sebuah organisasi. Di sebuah perusahaan, rapat juga berfungsi untuk membantu para manajer dalam memantau kinerja operasional anak buahnya, atau dalam melakukan koordinasi dengan bawahan atau tim yang lain. Efektivitas dan keberhasilan sebuah rapat, secara langsung dipengaruhi oleh kecermatan pemimpin rapat dan peserta rapatnya.
Gunakan Template dalam Komunikasi Proyek
·         Kebanyakan orang teknis enggan meminta pertolongan
·         Menggunakan template dalam berkomunikasi dapat membuat penggunaan waktu dan uang menjadi lebih efisien.
·         Organisasi dapat membuat templatenya sendiri atau meniru dari orang lain
Menggunakan Software untuk Membantu dalam Komunikasi Proyek
·         Ada banyak perangkat lunak untuk membantu komunikasi proyek
·         Perangkat lunak manajemen proyek mencakup kemampuan baru untuk meningkatkan komunikasi virtual
·         Edisi enterprise proyek mencakup fitur untuk pengelolaan portofolio, pengelolaan sumber daya, dan kolaborasi





Daftar Pusaka


http://manajemenproyekindonesia.com/?p=954
http://informatika.web.id/1637.html
http://krisdianprabowo.blogspot.co.id/2014/01/11-project-communication-management.html

http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/communication-project-management.pptx

Minggu, 07 Mei 2017

Tugas Bikin Soal Toefl

Structure and Written Expression
Part A
1. Violence on American campuses has abated______.
(A) After 1970 (C) For 1970
(B) In 1970         (D) Since 1970

2. Ancient civilizations such as the Phoenicians and the Mesopotamians________ goods rather than use money.
(A) Use to trade         (C) Used to trade
(B) Is used to trade (D) Was used to trade

3. Most Americans don’t object________ them by their first names.
(A) That I call (C) For calling
(B) To my calling          (D) That I am call

4. North Carollina is well known not only for the Great Smoky Mountains National Park__________ for the Cherokee Indian settlements.
(A) Also (C) But also
(B) And (D) Because of

5. General Grant had General Lee_______ him at Appomattox to sign the official surrender of the Confederate forces.
(A) To meet (C) Meet
(B) Met         (D) Meeting

6. If a ruby is heated it_______ temporarily lose its color.
(A) Would (C) Does
(B) Will (D) Has

7. _________ small specimen of the embryonic fluid is removed from a fetus, it will be possible to determine whether the baby will be born with defects.
(A) A (C) If a
(B) That a (D) When it is a

8. Prices for bikes can run__________ $250
(A) As high as (C) Has so few
(B) As high to (D) So high as

9. Travelers_______ their reservations well in advance if they want to fly during the Christmas holidays. 
(A) Had better to get (C) Had better get
(B) Had to get better (D) Had better got


10. For the investor who_________ money, silver or bonds are good options.
(A) Has so little a         (C) Has so few
(B) Has very little (D) Has very few

Part B
1. There have been little change in the patient’s condition since he was moved to the
(A)           (B)        (C)             (D)
Intensive care unit

2. The new model costs twice more than last year’s model.
(A)                  (B)      (C)    (D)

3. Even though Miss Colombia lost the beauty contest, she was still more prettier than 
(A)                                                                             (B)                (C)        (D)
the other girls in the pageant.

4. The purpose of the United Nations, broad speaking, is to maintain peace and security 
(A)                                         (B)          (C)
and to encourage respect for human rights.
(D)

5. Psychology today is interesting, informative, and it is easy to read.
(A)      (B)                                  (C)             (D)

6. Even though a member has drank too much the night before, the counselors at
(A)          (B)                         (C)
Alcoholics Anonymous will try to convince him or her to sober up and stop drinking 
(D)
again.

7. Two of the players from the Yankees has been chosen to participate in the All Star 
(A)                                      (B)              (C)            (D)
game.

8. Whoever inspected this radio should have put their identification number on the box.
(A)                    (B)                     (C)             (D)

9. The value of the dollar declines as the rate of inflation raises.
(A)            (B)    (C)                                 (D)
10. Before TV, the common man seldom never had the opportunity to see and hear his 
(A)       (B)                                            (C)
leaders express their views
 (D)


kunci jawaban

Part A Part B
1. D 1. A
2. C 2. B
3. B 3. C
4. C 4. B
5. C 5. C
6. D 6. A
7. C 7. B
8. A      8. D
9. C 9. D
10. B     10. A


Minggu, 16 April 2017

Mencari Bagaimana Strategi Mengerjakan Soal-Soal Listening dalam TOEFL

The Listening Comprehension Section of the TOEFL is the first section tested. If you do well on this section, you will feel confident about the rest of the test.
Learn to relax. If you start to panic in the examination room. Close your eyes and say “no” in your mind. Tell yourself, “I will not panic. I am prepared”. Then take several slow. Deep breaths, letting your shoulders drop in a relaxed manner as you exhale.
Concentrate while listening. Do not talk. Concentrate your attention. Do not look at anything in the rest room except the answers that correspond to the problem you are hearing.
Do not think about your situation, the test in general, your score. Or your future. If you do, force yourself to return to the problem  you are hearing.
If you do not understand a problem and you do not have a good guess answer. Use your test answer. Then leave the problem. Be ready to hear the next problem
Use the test book for selective listening. Sometimes the four possible answers in the test book will have something in common. For example, you may find our place, four names, four dates, or four amounts of money. In problems like these, you know what the question will be. You can prepare to listen selectively for one piece of information.
Do not cheat. In spite of opportunity. Knowledge that others are doing it. Desire to help a friend, or fear that you will not make a good score.

TOEFL listening section, tests the ability of a student, especially a non-native English speaker, to understand spoken English (accentuated) in educational setting. Listening is an important skill to understand the concepts and ideas. Only when the concepts are understood completely it becomes a lighter task to score in the listening section of TOEFL test. In order to develop the listening skills for TOEFL, there are certain set of listening strategies or steps. They are explained in detail given below.
Requirements for TOEFL Listening Strategy
Listening strategies for TOEFL aims at providing each and every minute detail that are required to respond to all the questions within the given time in this section. Responding to the questions in time is very important because, it will help TOEFL candidates to save time, which they might spend on, one specific part of the test section.
There are certain steps in strategies that would help in managing time in each part of listening test section (recordings). There are some basic requirements for listening skills which serves the steps in TOEFL listening strategies as detailed below:
§  Basic Comprehension
When students listen to a recorded lecture or a conversation, they should understand the central or main idea in it. Then they should skim the recording for key points, important facts, purpose and the relevant details that connects the key points.
§  Practical Understanding
It may also be called as “pragmatic understanding” where the meaning of a word should be taken, according to the context. Students are needed to find the intended meaning of the speaker i.e. from his point of view. A wide range of vocabulary is necessary for this process because, the recordings in listening test are usually from academic background. Practical understanding also becomes a must to find the purpose of a lecture or a conversation.
§   Relate Ideas given in multiple information sources
Relating ideas is the final state where the key points and the important facts are compared to find the relationship between them. This method would initially lead to construct an argument. Then a string of supportive and non supportive elements are categorized and as a result the causes for the events are traced. This is where a student would end up identifying the conclusion which is expressed indirectly.
§   Inference
Inference is to find the implied conclusion in recordings from the author’s point of view. The conclusion might be implied or expressed indirectly anywhere in the passage.
These are the basic requirements necessary, in each part of the strategy of listening section, which consists of two recorded lectures and one long conversation. These fundamentals are to be followed, in the following few preparatory steps.
Strategies in Preparation
§  Spoken English From Various Sources And Accents
There are variations between the accents of English. It is the best to listen to English from various sources like television, music, radio etc. And also it is good to listen to the native speakers of English with different pronunciation and dialect. By doing this students would be able to improve their listening skills and also they will get used to different kinds of accents. It will be helpful very much if they listen to academic passages or conversations.
§  Making Notes
While listening to a recording, notes should be jot down. These notes would help you to remember the important points given by speaker. The reason is also that, during the test you will be given only one chance to listen to a passage. Note making will help you to remember the details and the clues effectively.
§  Main Idea
The main idea of a passage should be identified in a recording, as a first task while taking notes. Main idea of a lecture is usually given in the introductory part. The other details would be given in the rest of a lecture. Once the main idea is found it becomes a lighter task to find the purpose of the speaker.
§  Pointer Words, Important Facts And Relationship Between The Facts
The pointer words may be defined as signal words or clues, given by the speaker. These keywords should be collected along with important facts and events. This should be done in order to compare them and identify the relationship between them. In turn this would give you the cause of the events.
§  Summary of Observation
Give a summary of the recording which was listened, using the notes that are taken down. During this process, only important facts, relevant details, main idea and the key facts are covered. This is a good time saving technique, to prevent going through the notes again and again.
§  Building your Vocabulary
Above all it is also important to build a student’s vocabulary, to find the meaning of a word, according to the context of the speaker. Students should get familiar with the words which they consider as new ones and practice them in their everyday life.
The steps and the requirements in TOEFL strategies for listening section, which are elaborated above should be followed and practiced to manage time while taking up the test. The most important part in listening section is to concentrate on the subject of the speaker, and a student does not have to be distracted by the accent.



Rabu, 11 Januari 2017

Macam-Macam Metode Peramalan dan Trend Linier

1.Metode Peramalan

Peramalan (forecasting) : adalah seni dan ilmu memprediksi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dengan menggunakan data historis dan memproyeksikannya ke masa depan dengan beberapa bentuk model matematis.

Untuk melakukan peramalan diperlukan metode tertentu dan metode mana yang digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan yang hendak dicapai. Dalam prakteknya terdapat berbagai metode peramalan antara lain :



    Peramalan berdasarkan jangka waktu :
    1. Peramalan jangka pendek ( kurang satu tahun, umumnya kurang tiga bulan : digunakan untuk rencana pembelian, penjadwalan kerja, jumlah TK, tingkat produksi),
    2. Peramalan jangka menengah ( tiga bulan hingga tiga tahun : digunakan untuk perencanaan penjualan, perencanaan dan penganggaran produksi dan menganalisis berbagai rencana operasi),
    3. Peramalan jangka panjang ( tiga tahun atau lebih, digunakan untuk merencanakan produk baru, penganggaran modal, lokasi fasilitas, atau ekspansi dan penelitian serta pengembangan).
    Metode Peramalan berdasarkan metode menjadi 2 yaitu :
    1. Metode Peramalan Kuantitatif menjadi 2 jenis yaitu:
    1. Model seri waktu / metode deret berkala (time series)  metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu,
    2. Model / metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).
    1. Model Seri Waktu / Metode deret berkala, terbagi menjadi :
    1. Rata-rata bergerak (moving averages),
    2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
    3. Proyeksi trend (trend projection)
    Penjelasan:
    1. Rata-rata bergerak (moving averages),
    • Rata-Rata Bergerak Sederhana (simple moving averages) : bermanfaat jika diasumsikan bahwa permintaan pasar tetap stabil  :
    • Rata-Rata Bergerak Tertimbang (weighted moving averages) : apabila ada pola atau trend yang dapat dideteksi, timbangan bisa digunakan untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada nilai baru :
    2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
    Penghalusan Eksponensial : metode peramalan dengan menambahkan parameter alpha dalam modelnya untuk mengurangi faktor kerandoman. Istilah eksponensial dalam metode ini berasal dari pembobotan/timbangan (faktor penghalusan dari periode-periode sebelumnya yang berbentuk eksponensial.
    3. Proyeksi trend (trend projection) 
    Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.
    2. Metode Kualitatif
    Metode kualitatif umumnya bersifat subjektif, dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalamanseseorang. Oleh karena itu hasil peramalan dari satu orang dengan orang lain dapat berbeda. Meskipun demikian, peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu :
    1. Juri dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.
    2. Gabungan Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.
    3. Metode Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.
    4. Survai Pasar (market survey) : Masukan diperoleh dari konsumen atau konsumen potensial terhadap rencana pembelian pada periode yang diamati. Survai dapat dilakukan dengan kuesioner, telepon, atau wawancara langsung.
    Memantau Ramalan
    • Bila peramalan sudah selesai, yang paling adalah tidak melupakannya. Sangat jarang manajer yang ingin mengingat bila hasil ramalan mereka sangat tidak akurat, tetapi perusahaan perlu menentukan mengapa permintaan aktual (variabel yang diuji) secara signifikan berbeda dari yang diproyeksikan.
    • Salah satu cara untuk memantau peramalan  guna menjamin keefektifannya adalah menggunakan isyarat arah.
    • Isyarat Arah (Tracking Signal) : adalah pengukuran tentang sejauh mana ramalan memprediksi nilai aktual dengan baik
    • Isyarat Arah, dihitung sebagai jumlah kesalahan ramalan berjalan (running sum of the forecast error, RSFE) dibagi dengan deviasi absolut mean (MAD)
    Prosedur Peramalan
    Dalam melakukan peramalan terdiri dari beberapa tahapan khususnya jika menggunakan metode kuantitatif. Tahapan tersebut adalah:
    1. Mendefinisikan Tujuan Peramalan
    Misalnya peramalan dapat digunakan selama masa pra-produksi untuk mengukur tingkat dari suatu permintaan.
    1. Membuat diagram pencar (Plot Data)
    Misalnya memplot demand versus waktu, dimana demand sebagai ordinat (Y) dan waktu sebagai axis (X).
           3.      Memilih model peramalan yang tepat
    Melihat dari kecenderungan data pada diagram pencar, maka dapat dipilih beberapa model peramalan yang diperkirakan dapat mewakili pola tersebut.
    2. Metode Trend Linier
    Trend adalah pergerakan jangka panjang dalam suatu kurun waktu yang kadang-kadang dapat digambarkan dengan garis lurus atau kurva mulus. Deret waktu untuk bisnis dan ekonomi, yang terbaik adalah untuk melihat trend (atau trend-siklus) sebagai perubahan dengan halus dari waktu ke waktu.
    Pada kenyataannya, anggapan bahwa trend dapat diwakili oleh beberapa fungsi sederhana seperti garis lurus sepanjang periode untuk time series yang diamati jarang ditemukan. Seringkali fungsi tersebut mudah dicocokkan dengan kurva trend pada suatu kurun waktu karena dua alasan, yaitu fungsi tersebut menyediakan beberapa indikasi arah umum dari seri yang diamati, dan dapat dihilangkan dari seri aslinya untuk mendapatkan gambar musiman lebih jelas.
    Ada tiga trend yang diigunakan untuk meramalkan pergerakan keadaan pada masa yang akan datang, yaitu:
    1.      Trend Linier
    Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis luruus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier. Persamaan trend linier adalah sebagai berikut:



     Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula:






    Dimana Yt menunjukan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Sedangkan a adalah nilai intercept dari Y, artinya nilai Yt akkan sama dengan a jika nilai = 0. Kemudian b adalah nilai slope, artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukan periode waktu.

    Contoh :
    .Penjualan Produk X pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:
    Waktu
    Bulan
    Penjualan
    1
    Januari
    1143
    2
    Februari
    1037
    3
    Maret
    857
    4
    April
    757
    5
    Mei
    948
    6
    Juni
    660
    7
    Juli
    683
    8
    Agustus
    809
    9
    September
    1078
    10
    Oktober
    696
    11
    November
    777
    12
    Desember
    672
    Jumlah
    10117

    Tentukan peramalan penjualan pada bulan ke-18 dan bulan ke-25!

    Penyelesaian :
    Dari tabel di atas akan dibuat deskripsi data ke dalam bentuk poligon agar dapat memudahkan menganalisis data. Berikut ini adalah poligon data dari data hasil penjualan produk X pada tahun 2010:


     










    Tabulasi Data :














    Menentukan Model Persamaan Matematika:
    1)      Trend Linier
    Dari tabel tabulasi data di atas, maka diperoleh:


    Setelah itu masukan nilai dan ke dalam persamaan Yt = a + bt , sehingga menjadi sebuah persamaan trend linier Yt = 843,08+ 13.t.

    Ketepatan Model Peramalan
    1)      Trend Linier
      Yt = 843,08+ 13.t

    Pembahasan :
    Data pengamatan runtun waktu untuk perubahan hasil penjualan produk X di tahun 2010 setiap bulannya, dapat diketahui bahwa perubahan nilai runtut waktu pengamatan dari bulan ke bulan jumlahnya cukup bervariasi berupa peningkatan dan penurunan.
    Jumlah penjualan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebanyak 1143. Penurunan penjualan tertinggi terjadi pada bulan Juni sebanyak 660. Keterangan tersebut memperlihatkan perubahan nilai runtun waktu pengamatan yang fluktuatif.
    Sebelum dilakukan perhitungan, akan dihitung Mean Square Error (MSE) terlebih dahulu. Hal ini dilakukkan untuk mencari trend mana yang paling tepat dan memiliki kesalahan terkecil untuk dijadikan acuan peramalan. Berikut ini adalah perhitungan MSE dari trend linier :

    1)      MSE Trend Linier