Jumat, 10 November 2017

INFRASTRUCTURE IMPLEMENTATION PROJECTS

INFRASTRUCTURE IMPLEMENTATION PROJECTS

1.       Pengertian Jenis Proyek Infrastructure Implementation
Infrastructure implementation project adalah salah satu jenis proyek IT yang berhubungan dengan infrastruktur IT dalam pengenalan atau pergantian infrastruktur (tidak peduli jika sebelumnya sudah ada infrastruktur IT atau belum) . Bentuk infrastruktur berupa barang atau perangkat IT seperti server, router, jaringan komputer atau alat komunikasi juga bias dalam bentuk suatu sistem (bisa berbentuk website, sistem informasi, aplikasi, dll) seperti Windows 7, sistem PSB online, dan sebagainya. Pengimplementasian infrastruktur ini akan berdampak kepada perubahan sistem pengguna (dalam hal ini misalnya suatu perusahaan atau organisasi), diharapkan dengan pengaplikasian infrastruktur yang baru dapat memperbaiki kinerja / performa pengguna menjadi lebih baik.

2.       Tantangan Jenis Proyek
Tantangan dari infrastructure implementation project  adalah :
·         Kesiapan pengguna untuk mengimplementasikan infrastruktur IT yang baru (SDM dan sarana yang sudah ada)
·         Keharusan untuk menjalankan proses bisnis secara normal bersamaan dengan adaptasi infrastruktur.
·         Harus menemukan supplier yang tepat karena berhubungan dengan spesifikasi infrastruktur TI yang berpengaruh jika spesifikasi yang dimaksud ada kesalahan (berhubungan dengan cost dan time).
·         Harus sudah ada manajemen resiko IT dari pelanggan (estimasi resiko dan penanggulangannya jika pelanggan mengimplementasikan infrastruktur IT tersebut).

3.       Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI
Stage 1 (Setting up Network)
Stage pertama adalah installasi jaringan yang akan di tangani oleh TCS setelah persiapan lokasi selesai dilakukan oleh pemerintah distrik setempat. Dalam tahapan ini TCS akan menginstall jaringan ,testing jaringan dan melaporkan hasil proyek stage 1 ke TN State WAN Center. Serta jaringan yang sudah di install akan dimonitoring dari daerah Purugundi. ELCOT akan menyampaikan laporan proyek yang degenerate dari Network Monitoring System (NMS). Laporan yang dihasilkan selama masa percobaan akan di evaluasi dan di selaraskan dengan Service Level Agreement (SLA).

2. Stage 2 (Operation management and maintenance)
Jaringan yang telah di test selama waktu percobaan akan dioperasikan, di maintain dan diatur oleh TCS selama BOOT period (5 tahun). TCS akan mengerahkan karyawannya untuk memantain jaringan selama 24 jam penuh. Maintenance akan dilakukan di seluruh district centers dan data centers.

3. Implementation
·         Proyek berhasil diimplementasikan tanpa ada pelanggaran kontrak atau kesepakatan
·         Telah mengimplementasikan HP Overview products untuk monitoring jaringan, control dan service desk.
·         Berhasil mengembangkan tool untuk penghitungan SLA parameter secara otomatis, sehingga proses bisnis menjadi transparan.

Layanan yang disediakan :
·         Data
·         Internet
·         Intranet
·         Voice
·         Video Conferencing Facility
·         Video Streaming
·         Dial – up Access to TNSWANs

4.       Challenges
·         Skala proyek yang besar
·         Material yang digunakan diambil dari lokasi yang berbeda – beda
·         Recruitment dan training karyawan yang membutuhkan cost dan waktu yang tidak sedikit.
·         Koordinasi dengan banyak agensi
·         Aktifitas survey yang membutuhkan budget transportasi serta waktu yang tidak sedikit, karena harus menganalisa semua daerah yang akan dihubungkan dengan jaringan yang akan dibangun.
·         Dll

5.            Pengertian Jenis Proyek TI
Disaster Recovery Planning (DRP) adalah sebuah jenis proyek TI turunan, atau kelanjutan dari jenis proyek BCP (Business Continuity Planning). Di mana, jenis proyek BCP ini adalah sebuah proyek yang akan melindungi bisnis dari gangguan yang mungkin terjadi ketika bisnis tersebut berlangsung. DRP adalah jenis proyek yang akan melindungi asset-aset yang dimiliki oleh perusahaan dan jenis proyek ini akan memberikan antisipasi-antisipasi terhadap bencana yang melanda proyek tersebut. Karena, pada dasarnya sebuah perusahaan membutuhkan back up data, dan mereka menginginkan proyeknya tetap jalan secara optimal.

Contoh bencana yang mungkin terjadi seperti kebakaran, banjir, hacking atau serangan teroris dan ancaman kejahatan terhadap perusahaan.

Tujuan dari jenis proyek ini adalah :
·         Melindungi asset perusahaan
·         Menganalisis business impact
·         Mempersiapan antisipasi terhadap risiko yang mungkin terjadi secara internal maupun eksternal.
·         Mengintegrasikan DRP dengan BCP.
·         Memberikan respon darurat terhadap bencana yang terjadi, di mana respon tersebut akan diuji serta diimplementasikan

6.       Tantangan Proyek TI
·         Ketika perusahaan atau stakeholder gagal membuat back up atau antisipasi terhadap bencana.
·         Ketika pada saat terjadi bencana, fungsionaris atau operator dalam perusahaan tersebut tidak mengetahui bagaimana caranya menghubungi recovery service.
·         Ketika “tapes” atau alat yang berfunsi untuk recovering data tidak bekerja maksimal, hilang, rusak, atau tidak teruji dengan baik.

7.       Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI
Dalam framework pedoman bencana, Tim Manajemen Bencana dalam universitas ini akan melakukan antisipasi serta pengelolaan ketika bencana datang menghampiri. Keadaan bencana adalah seluruh kejadian yang membuat matinya server, komputer dan jaringan. Sehingga memaksa proses manajemen akademik dan administrasi dilakukan di lokasi lain. Namun yang perlu diperhatikan adalah lokasi penanggulangan bencana ini harus terhindar dan dipastikan aman dari gangguan bencana.

Pedoman ini berisi, deskripsi, prosedur serta keputusan yang diperlukan sebelum, selama dan sesudah terjadinya bencana. Di mana pedoman ini sangat penting sebagai pegangan untuk menjalankan aktivitas sistem tersebut di universitas ini.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengkategorian jenis kerusakan yang terjadi pada sistem :

·         Interupsi layanan computer : situasi di mana sistem jaringan terpusat milik universitas atau sebagian dari sistemnya mati dalam durasi kurang dari 24 jam. Di mana pada situasi ini, fasilitas tidak ada yang rusak.
·         Kerusakan Minor : keadaan di mana sistem computer baru bisa diperbaiki dalam jangka waktu kurang dari 4 hari. Contohnya adalah banjir atau suplai barang yang terlambat datang.
·         Kerusakan Mayor : keadaan di mana sistem computer pusat baru dapat diperbaiki lebih dari 4 hari. Contoh kejadian : gempa bumi, banjir, kebakaran, serangan teroris atau kerusuhan.
·         Keadaan Bencana : Keadaan di mana fasilitas komputasi hancur hingga bangunan tempat pelayanan komputasi dibangun kembali.

·         Jadi, pengelolaannya adalah, ketika terjadi gangguan, maka langsung dihubungkan dengan lokasi komputasi darurat, yaitu Ruang Badan Sistem Informasi. Selama gangguan itu masih bisa diatasi oleh lokasi komputasi darurat tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar